Cerita Dewasa Seks – Aku Janda Kesepian

Cerita Dewasa merupakan sebuah pengalaman yang tidak bisa aku lupakan sejak dulu. Walaupun aku anak dari keluarga yang sangan mampu, tapi malah membuat aku sangat terpukul sekali. Cerita Dewasa ini merupakan sebuah pengalaman aku saat aku menjadi seorang sebutan janda kesepian. Cerita ini berawal ketika di usiaku yang masih terbilang muda, 19 tahun, papaku waktu itu menjodohkan aku dengan seorang pemuda yang usianya 10 tahun lebih tua dari aku dan katanya masih ada hubungan saudara dengan keluarga mamaku.

Memang usiaku saat itu sudah cukup untuk berumah tangga dan wajahku juga tergolong lumayan, walaupun badanku terlihat agak gemuk mungkin orang menyebutku bahenol, namun kulitku putih, tidak seperti kebanyakan teman-temanku karena memang aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang berdarah Cina-Sunda, papaku Cina dan mamaku Sunda
asli dari Bandung. Sehingga kadang banyak pemuda-pemuda iseng yang mencoba merayuku. Bahkan banyak di antara mereka yang bilang bahwa payudaraku besar dan padat berisi sehingga banyak laki-laki yang selalu memperhatikan buah dadaku ini saja. Apalagi bila aku memakai kaos yang agak ketat, pasti dadaku akan membumbung tinggi dan mancung. Tetapi sampai aku duduk di kelas 3 SMA aku masih belum memiliki pacar dan masih belum mengenal yang namanya cinta.

Sebenarnya dalam hatiku aku menolak untuk dijodohkan secepat ini, karena sesungguhnya aku sendiri masih ingin melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi. Namun apa daya aku sendiri tak dapat menentang keinginan papa dan lagi memang kondisi ekonomi keluarga saat itu tidak memungkinkan untuk terus melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi. Karena ke-3 orang adikku yang semua laki-laki masih memerlukan biaya yang cukup besar untuk dapat terus bersekolah. Sementara papa hanya bekerja sebagai pegawai swasta biasa. Maka dengan berbagai bujukkan dari keluarga terutama mamaku aku mengalah demi membahagiakan kedua orangtuaku.

Begitulah sampai hari pernikahan tiba, tidak ada hal-hal serius yang menghalangi jalannya pernikahanku ini dengan pemuda yang baru aku kenal kurang dari dua bulan sebelumnya. Selama proses perkenalan kamipun tidak ada sesuatu hal yang serius yang kami bicarakan tentang masa depan karena semua sudah diatur sebelumnya oleh keluarga kedua belah pihak. Maka masa-masa perkenalan kami yang sangat singkat itu hanya diisi dengan kunjungan-kunjungan rutin calon suamiku setiap malam minggu. Itupun paling hanya satu atau dua jam saja dan biasanya aku ditemani papa atau mama mengobrol mengenai keadaan keluarganya. Setelah acara resepsi pernikahan selesai seperti biasanya kedua pengantin yang berbahagia memasuki kamar pengantin untuk melaksanakan kewajibannya.

Yang disebut malam pengantin atau malam pertama tidak terjadi pada malam itu, karena setelah berada dalam kamar aku hanya diam dan tegang tidak tahu apa yang harus kulalukan. Maklum mungkin karena masih terlalu lugunya aku pada waktu itu. Suamiku pada waktu itupun rupanya belum terlalu “mahir” dengan apa yang disebut hubungan suami istri, sehingga malam pertama kami lewatkan hanya dengan diraba-raba oleh suami. Itupun kadang-kadang aku tolak karena pada waktu itu aku sendiri sebenarnya merasa risih diraba-raba oleh lelaki. Apalagi oleh lelaki yang “belum” aku cintai, karena memang aku tidak mencintai suamiku. Pernikahan kami semata-mata atas perjodohan orang tua saja dan bukan atas kehendakku sendiri.

Barulah pada malam kedua suamiku mulai melancarkan serangannya, ia mulai melepas bajuku satu per satu dan mencumbu dengan menciumi kening hingga jari kaki. Mendapat serangan seperti itu tentu saja sebagai seorang wanita yang sudah memasuki masa pubertas akupun mulai bergairah walaupun tidak secara langsung aku tunjukkan ke depan suamiku. Apalagi saat ia mulai menyentuh bagian-bagian yang paling aku jaga sebelumnya, kepalaku bagaikan tak terkendali bergerak ke kanan ke kiri menahan nikmat sejuta rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Kemaluanku mulai mengeluarkan cairan dan sampai membasahi rambut yang menutupi vaginaku. Suamiku semakin bersemangat menciumi puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan dan tampak bulat mengeras mungkin karena pada saat itu aku pun sudah mulai terangsang. Aku sudah tidak ingat lagi berapa kali ia menjilati klitorisku pada malam itu, sampai aku tak kuasa menahan nikmatnya permainan lidah suamiku menjilati klitoris dan aku pun orgasme dengan menyemburkan cairan hangat dari dalam vaginaku ke mulutnya.

Dengan perasaan tidak sabar, kubuka dan kuangkat lebar kakiku sehingga akan terlihat jelas oleh suamiku lubang vagina yang kemerahan dan basah ini. Atas permintaan suami kupegang batang kemaluannya yang besar dan keras luar biasa menurutku pada waktu itu. Perlahan-lahan kutuntun kepala kemaluannya menyentuh lubang vaginaku yang sudah basah dan licin ini. Rasa nikmat yang luar biasa kurasakan saat kepala penis suamiku menggosok-gosok bibir vaginaku ini. Dengan sedikit mendorong pantatnya suamiku berhasil menembus keperawananku, diikuti rintihanku yang tertahan.

Untuk pertama kalinya vaginaku ini dimasuki oleh penis laki-laki dan anehnya tidak terasa sakit seperti yang seringkali aku dengar dari teman-temanku yang baru menikah dan menceritakan pengalaman malam pertama mereka. Memang ada sedikit rasa sakit yang menyayat pada saat kepala penis itu mulai menyusup perlahan masuk ke dalam vaginaku ini, tetapi mungkin karena pada waktu itu aku pun sangat bergairah sekali sehingga aku sudah tidak perduli lagi dengan rasa sakitnya. Apalagi saat suamiku mulai menggosok-gosokkan batang penisnya itu di dalam vaginaku, mataku terpejam dan kepalaku hanya menengadah ke atas, menahan rasa geli dan nikmat yang tidak dapat aku ceritakan di sini.

Sementara kedua tanganku memegang tepian ranjang yang berada di atas kepalaku. Semakin lama goyangan pinggul suamiku semakin cepat diikuti dengan desahan nafasnya yang memburu membuat nafsuku makin menggebu. Sesekali terdengar suara decak air atau becek dari lubang vaginaku yang sedang digesek-gesek dengan batang penis suamiku yang besar, yang membuatku semakin cepat mencapai orgasme yang kedua. Sementara suami masih terus berpacu untuk mencapai puncak kenikmatannya, aku sudah dua kali orgasme dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sampai akhirnya suamiku pun menahan desahannya sambil menyemburkan cairan yang hangat dan kental dari kepala penisnya di dalam lubang vaginaku ini.

Belakangan baru aku ketahui cairan itu yang disebut dengan sperma, maklum dulu aku tergolong gadis yang kurang gaul jadi untuk hal-hal atau istilah-istilah seperti itu aku tidak pernah tahu. Cairan sperma suamiku pun mengalir keluar dari mulut vaginaku membasahi sprei dan bercampur dengan darah keperawananku. Kami berdua terkulai lemas, namun masih sempat tanganku meraba-raba bibir vagina untuk memuaskan hasrat dan gairahku yang masih tersisa. Dengan menggosok-gosok klitoris yang masih basah, licin dan lembut oleh sperma suamiku, aku pun mencapai orgasme untuk yang ketiga kalinya.

Luar biasa memang sensasi yang aku rasakan pada saat malam pengantin itu, dan hal seperti yang aku ceritakan di atas terus berlanjut hampir setiap malam selama beberapa bulan. Dan setiap kali kami melakukannya aku selalu merasa tidak pernah puas dengan suami yang hanya mampu melakukannya sekali. Aku membutuhkannya lebih dari sekali dan selalu menginginkannya setiap hari. Entah apa yang sebenarnya terjadi dalam diriku sehingga aku tidak pernah bisa membendung gejolak nafsuku. Padahal sebelum aku menikah tidak pernah kurasakan hal ini apalagi sampai menginginkannya terus menerus. Mungkinkah aku termasuk dalam golongan yang namanya hypersex itu?

Setelah 2 tahun kami menikah aku bercerai dengan suamiku, karena semakin hari suamiku semakin jarang ada di rumah, karena memang sehari-harinya ia bekerja sebagai manajer marketing di sebuah perusahaan swasta sehingga sering sekali ia keluar kota dengan alasan urusan kantor. Dan tidak lama terdengar berita bahwa ia memiliki istri simpanan. Yang lebih menyakitkan sehingga aku minta diceraikan adalah istri simpanannya itu adalah bekas pacarnya yang dulu, ternyata selama ini dia pun menikah denganku karena dipaksa oleh orang tuanya dan bukan karena rasa cinta.

Tak rela berbagi suami dengan wanita lain, akhirnya aku resmi diceraikan suamiku. Sakit memang hati ini seperti diiris-iris mendengar pengakuan suami tentang istri simpanannya itu, dengan terus terang dia mengatakan bahwa dia lebih mencintai istri simpanannya yang sebetulnya memang bekas pacarnya. Apalagi katanya istri simpanan suamiku itu selalu dapat membuat dirinya bahagia di atas ranjang, tidak seperti diriku ini yang selalu hanya minta dipuaskan tetapi tidak bisa memuaskan keinginan suamiku, begitu katanya.

Lima tahun sudah aku hidup menjanda, dan kini aku tinggal sendiri dengan mengontrak sebuah rumah di pinggiran kota Jakarta. Beruntung aku mendapat pekerjaan yang agak lumayan di sebuah perusahaan swasta sehingga aku dapat menghidupi diriku sendiri. Belakangan ini setiap malam aku tidak dapat tidur dengan nyenyak, sering aku baru bisa tertidur pulas di atas jam 03.00 pagi. Mungkin dikarenakan pikiranku yang sering ngelantur belakangan ini. Sering aku melamun dan membayangkan saat-saat indah bersama suamiku dulu.

Terkadang sering pula aku membayangkan diriku bermesraan dengan seorang teman kerjaku, sehingga setiap malam hanya onani saja yang dapat kulakukan. Tidak ada keberanian untuk menceritakan hal ini kepada orang lain apalagi pada teman-teman kerjaku, bisa-bisa aku diberi julukkan yang tidak baik di kantor. Hanya dengan tanganku ini kuelus-elus bibir vaginaku setiap malam sambil membayangkan bercumbu dengan seorang laki-laki, terkadang juga kumasukkan jari telunjukku agar aku dapat lebih merasakan kenikmatan yang pernah kualami dulu.

Para netters sekalian, aku memberanikan diri menceritakan hal seperti di atas kepada Anda semua mungkin karena didorong oleh perasaan yang sangat tak tertahankan lagi saat ini. Dan mungkin ada di antara anda yang dapat membantu dan mungkin akan menjadi jodohku kelak. Aku harap Anda tidak hanya terobsesi dengan ceritaku di atas.
Mamaku Diperkosa.

Aku adalah seorang lelaki berusia 16thn dan memiliki naluri seks yang lumayan tinggi.Aku 2 bersaudara dan tinggal bersama mamaku dikota medan sejak sekitar 6 bulan lalu.Papa dan mama tinggal terpisah karena pekerjaan.Papa tinggal di-Riau sementara kakaku tinggal di bandung dan sedang kuliah.5bulan lalu terakhir kali keluarga kami mengumpul dirumah mama yang tidak terlalu besar ini.Sejujurnya,ada 1 alasan kenapa mama dan papa tinggal terpisah.Mama adalah seorang wanita karir yang telah berusia 52 tahun dan memiliki pangkat yang tinggi diperusahaan jepang.Jangan salah,walau telah berusia mama masih terlihat cantik dan memiliki tubuh yang tetap segar.Bahkan mama sempat diwawancarai oleh beberapa majalah wanita karena kecantikanya itu.Suatu kebiasaan mama adalah berolahraga 5-15 ment seusai subuh.Itulah yang membuatnya tampak segar.Alasan kenapa papa dan mama hidup terpisah adalah karena papa kurang suka melihat mama pulang malam karena kerja.Tak jarang mereka cek-cok.Secara diam-diam mama mengatur kepindahanya kekota medan ini.Beberapa temanku yang pernah berkunjung kerumah sempat berpikir kalau mamaku adalah istri muda ayahku.Tapi setelah kujelaskan,mereka mengerti dan dengan jujur berkata”sumpah,mama lu cantik banget..kayak bidadari…coba itu jadi istri bapak gua,udah habis gua kent*t”kata seorang temanku,rocy.

Karena kedekatanku dengan rocy,kubiarkan rocy memandangi tubuh mama hingga puas bahkan ia menyemprotkan maninya di cd-nya.Hingga suatu hari,aku berikan rocy video hasil rekamanku ketika mama mandi.Ia sangat berterima kasih dan dengan bahagia ia menonton video ibuku yang bugil dari ujung rambut sampai ujung kaki.Bola matanya seakan mau lepas ketika melihat vagina mamaku yang ditumbuhi bulu-bulu jembut yang lumayan lebat.Hingga videoku belum habis ia kembali menyemprotkan maninya di cd-nya.Lama-kelamaan hubunganku dengan rocy semakin dekat.Suatu hari,ketika kami sedang nonton bokep bareng.Rocy memberiku sesuatu yang sangat penting.Dengan takut iya mengatakan padaku
“bro…lu ikutin kata gua..besok kita cabut sekolah…mama lu dalam bahaya..lu harus cepat nolongin dia…”.
“bahaya kenapa?”tanyaku dengan serius hingga mempause film bokep yang sedang kami putar.”iya..2 hari yang lalu,gua pergi main kerumah bang adul,bang adul itu anak dari bos mama lu…om nando orang batak itu,dia pengen bawa mama lu ke kebunnya”kata rocy.”trus kenapa?”tanyaku masih belum mengerti.”om nando bakal ngent*t paksa mamalu,karena mamalu hampir buat om nando dipecat dan bang adul sendiri yang memberi saran sama papanya agar tante ely(mamaku) diperkosa aja..lu tau kan bapak ma anak sama gilanya,maklum om nando kan sudah menduda sejak 5 tahun lalu”kata rocy yang membuat jantungku mau putus.”gimana caranya roc?lu harus bantuin gua”kataku sedikit keras.”tenang bro,kita ini sahabat,gua pasti nolong lu kok…besok naik mobil gua kita ikutin kemana mereka pergi…pokoknya lu tenang aja,tapi”rocy menghentikan pembicaraan.”kita gak bisa nolong nyokap lu,kita cuma bisa nonton…om nando gak sendirian,banyak anak buahnya yang berbadan besar..”kata rocy yang kembali membuatku bingung.”udah la bro,lu relax aja…gua tetep bantu lo kok…tu denger mama lu pulang…dah matikan komputernya”kata rocy.Setelah menyusun rencana kami keluar dari kamar.”tante rocy pulang ya”pamit rocy kepada mamaku sambil mencium tanganya yang putih mulus.Sejenak kupandang wajahnya yang cantik.

Setelah mengantar rocy sampai pagar,aku masuk kerumah dan mandi.Selesai mandi aku makan malam dengan mama.Kupandang tubuh mama yang malam itu dibalut daster tanpa lengan.Sungguh-sungguh menawan,gumanku dalam hati.Selesai makan,mama mengaku capek dan langsung tidur begitu juga denganku.Esok harinya,aku berangkat lebih dulu dan menunggu rocy disimpang jalan.Ketika aku pamit mamaku hanya dengan memakai bh dan cd dikamarnya.Aku cium tanganya dan pipinya.”pergi berangkat sekolah dulu ma ya”kataku.”ya hati-hati ya..”jawab mama.AKu sempat mencolek payudaranya yang berbalut bh hitam.”ich genit kamu..”kata mama dengan senyuman dan tanganya memukul lembut pundaku.Di simpang jalan,rocy sudah menunggu.Aku masuk kedalam mobil rocy.Kami menunggu sampai mobil om nando lewat.Hanya berselang 10 mnt,mobil fortuner silver lewat.Kami mengikuti mobil yang berisi om nando dan anaknya adul.Dari kejauhan,kami melihat mobil itu berhenti didepan rumah dan supir mobil itu turun dan membukakan pintu belakang untuk mama.Pagi itu mama terlihat cantik dan sexy dengan mengenakan jas biru dengan daleman tank top putih dan rok biru se-betis.Dengan menenteng tas warna hitam mama masuk kedalam mobil silver itu.

Lalu,kami mengikuti mobil fortuner itu.Dan rocy memang benar teman sejatiku.Ia mengetahui tempat yang dituju oleh om nando yang berjarak 70km dari kota kami.Singkat cerita,rocy memarkirkan mobilnya tepat didepan sebuah kedai kecil disamping sebuah jalan sempit yang hanya bisa dilalui 1 mobil.Kami lebih dulu sampai ketimbang om nando dan bang adul.”lokasinya berada didalam jalan ini,ayo kita masuk sebelum mereka masuk”kata rocy.Rocy mengaku pernah dibawa bang adul kesini dan ia hafal betul tempat ini.Ternyata kedatangan rocy disambut dengan para pekerja kebun om nando.Dengan uang 100rb kepada sang ketua keamanan kami mendapat tempat yang strategis,yaitu disebuah pos yang letaknya tak jauh dari sebuah rumah kecil ditengah kebun yang luas ini.Dari pos ini,kami bisa melihat dengan jelas semuanya.Dan hanya berselang beberapa menit mobil fortuner yang membawa mamaku tiba.Para pekerja yang berjumlah sekitar 20org ini bergerumun 5 mtr dari mobil ini.

Dan pintu mobil itu terbuka.Pertama bang adul yang bertubuh besar turun dari pintu depan,lalu om nando dan yang terakhir adalah mamaku.Mamaku turun dari mobil masih berpakaian lengkap.Tapi tangan kananya memegang sebuah tisu yang mengelap pipi putih mama yang dibasahi tetesan air mata dari matanya yang indah.Mama berjalan mendekati om nando yang pagi itu memakai koas berkerah dan celana panjang hitam yang berdiri dihadapan anak buahnya.Posisi mama saat itu diapit oleh 2 lelaki yaitu om nando dan adul.

“saudara,saudaraku…”kata om nando dengan keras dihadapan para anak buahnya.”hari ini akan menjadi hari bahagia buat kita semua terutama untuk saya dan anak saya…karena,wanita cantik yang berdiri disebelah kanan saya ini telah bersedia menjadi permaisuri saya…”om nando berkata dengan lancang sambil tanganya berada dipundak mama.Rocy memandang wajahku yang penuh ketakutan dan diam membisu.Sementara itu kulihat para kuli memandang nakal mamaku yang cantik.Rata-rata kuli-kuli itu berusia 20-40an terkaku.”nama wanita ini adalah elly,kalian bisa memanggilnya nona elly…kita persilakan permaisuriku ini memperkenalkan dirinya”kata om nando melempar senyuman kewajah mama yang terlihat sedih dan ketakutan.Sementara itu para kuli bertepuk tangan menyambut.Dengan suara manisnya mama memperkenalkan dirinya”nama saya elly,saya sudah berusia 52tahun dan baru saja menjadi permaisuri bang nando”mama menghentikan pembicaraanya.Tanganya mengelap air mata yang membasahi wajahnya.

Dengan tersedu-sedu mama melanjutkan.”cincin ini menjadi bukti resmi kalau saya telah menjadi permaisuri bang nando…nomer bh saya 36b…saya sangat mencintai lelaki yang bernama nando,untuk itu saya minta dia untuk memasuki penisnya kedalam vagina saya”kata mama yang menangis tersedu-sedu.Sementara itu para kuli mengeksperikan kata-kata mama dengan gelak tawa.Dan om nando terlihat hanya tersenyum dengan putranya.Mama menangis dengan lembut.”lanjutkan-lanjutkan”kata om nando mengelus-ngelus punggung mama.Mama terlihat memandang om nando yang menganggukan kepalanya.”bang nando,ayo kita keranjang saya sudah tak tahan…”kata mama dengan tangisan sambil memeluk om nando yang tertawa bersama para kuli dan putranya.”itulah masih hukuman awal bro”kata rocy yang mengajaku berpindah kehalaman belakang rumah.Om nando memeluk mamaku dan membawanya masuk kesebuah rumah kayu yang tidak terlalu besar.Sementara para kuli terlihat bubar.

Singkat cerita aku dan rocy berada diatas asbes(langit-langit) rumah itu.Dari sebuah bolongan angin yang tidak terlalu besar kami mengintip.ketika kami sampai disitu,kami mendapati mama menangis tersedu-sedu dipinggir tempat tidur seorang diri.Dan setelah itu om nando masuk dengan suara tawa.”ha..ha…ha..itulah sebabnya kalau kau bermain-main denganku wanita sok jujur”kata om nando sambil melepas kaos berkerahnya.Om nando yang bertelanjang dada mendekati mama dimulut tempat tidur.Tangan kanannya melepas tali pinggang kulit dari celananya.tlaak…suara cambukan om nando begitu keras.”aughhhhh…… sakit”desah mama kesakitan.”cepat lepas pakaianmu sebelum tangan-tangan halusku ini yang membukanya”kata om nando.Mama yang terus meneteskan air mata berdiri dari tempat tidur.Ia menuruti peritah om nando untuk mencopot penutup tubuhnya.Jari-jari manis mama mencopot 1 per 1 kanci jas biru mama.Jas itu lepas dan jatuh ketempat tidur.Om nando mengelus kumisnya ketika mama melepas kancing rok-nya dari belakang.serr…rok itu jatuh.Terlihat jelas cd hitam melindungi pantat dan bagian kewanitaan mama yang ditumbuhi bulu-bulu halus.Dan pintu kamar itu terbuka dan sedikit mengejutkan dua pasang manusia ini.Ternyata anak om nando,bang adul masuk membawa 2 botol bir.Ia mendekat papanya yang berdiri 2 mtr dari mama dan memberikan sebotol bir untuk papanya.Mama menghentikan sejenak aktivitasnya dan memandang ke-dua lelaki yang sedang menegak bir bersama.

“ngapain kau lihat,ayo lanjutkan”kata om nando.Wanita yang memiliki rambut sebahu ini menurukan tali tank topnya.Dan akhirnya tubuh mama yang putih mulus dan memiliki sepasang gunung yang menggoda yang masih terlindungi oleh bra hitam dipandang langsung oleh 2 lelaki yang tidak memiliki status resmi denganya.”wow…”desah bang adul.Sementara itu,aku menjadi sangat terangsang.Begitu juga dengan rocy yang dari tadi terlihat meremas penisnya.”sini…”kata om nando.Mama yang hanya mengenakan bh dan cd hitam melindungi bagian intimnya mendekati seorang lelaki yang sedang mengendalikanya.Mama dengan wajah ketakutan berdiri diri didepan om nando yang memegang botol bir.”akh…”teriak mama ketika om nando menarik kuat bh mama hingga lepas dari tubuh mama.Payudara mama yang tak pernah tersentuh oleh laki-laki lain menggantung bebas.Kemudian om nando memegang kepala mama dan mencium bibir mama.

Permainan pun berlanjut.Dengan posisi berdiri,om nando mencium bibir mama dengan ganas.Mama memejamkan matanya yang basah dan merah.Tanganya seolah menekan kepala mama hingga lidahnya semakin dalam mengobrak-abrik mulut suci mama.”akh…”desah mama ketika om nando mencabut mulutnya selama 2 detik.Tampak beberapa tetes cairan keluar dari mulut mama.Om nando kembali melanjutkan aksinya menciumi bibir mama.Sementara itu bang adul terlihat duduk dikursi yang ada didepan papanya yang sedang asyik mencumbu ibuku.Om nando menghentikan aksinya dan berpindah ke sepasang gunung kembar yang menggantung bebas.Dimulai dari payudara sebelah kanan.Mulut om nando menghisap puting susu mama.”ahh shh..”mama mendesah kecil.Lidahnya bermain disekitar daerah puting.Kemudian tangan kananya meremas-remas payudara mama.”lepas cd mu…cepat…”kata om nando sebelum berpindah kepayudara mama sebelah kiri.Ia melakukan aksi yang sama.Mula-mula ia melahap payudara mama.Kemudian menghisap puting susu mama yang berwarna coklat.Lalu lidahnya bermain disekitar daerah kehitaman mama.Mama yang memejamkan matanya dan masih menangis berusaha melepas cd-nya.Cd yang menutupi memiawnya itu sudah lepas dan jatuh kelantai.Tampak jelas bulu-bulu halus yang menghiasi bibir vaginanya yang berwarna merah.

Setelah mengetahui bahwa cd hitam mama telah jatuh om nando menghentikan aksinya,ia sempat menegak bir yang ada ditangan kirinya sebelum mendorong mama ketempat tidur.bugg…tubuh mama menghantam kasur yang empuk.Lalu om nando menyirami tubuh mama dengan sebotol bir.’hha..aha…”tawa om nando.Cairan bir itu membasahi sekujur tubuh mama.Mama hanya bisa mendesah dan menutupi kedua payudaranya dan pepeknya dengan kedua tanganya seraya berkata”jangan pak,jangan….ampun”.Tapi kata-kta mama dihiraukan oleh pak nando.Ia melepas celana panjang dan cdnya sebelum melompat kekasur menimpa mama.Tubuhnya menindih tubuh mama dan kembali mencium bibir mama yang berwarna merah.”adul,cepat kau ambil kalung emas peninggalan ibumu yang ada dilemari”teriak om nando yang kembali melanjutkan ciumanya.”ini pa..”kata adul memberikan sebuah kalung emas yang sangat cantik dan mahal harganya kepada papanya.Lalu om nando memakaikan kalung itu keleher mama.”kau mengingatkan ku pada bkas istriku yang pergi dengan selingkuhanya…elly,sekarang kaw menjadi sarana pelampiasan emosiku”kata om nando yang kemudian menampar keras pipi mama secara bolak balik.Suara tangisan mama terdengar keras,sangat keras.Kedua tangan mama memegangi pipinya yang berbercak merah.Om nando melanjutkan aksinya dengan menjilati leher mama yang halus.Mama menangis dan terlihat tetesan darah keluar hidungnya sebelah kiri.Mungkin tamparan tadi mengenai hidung mama.

Aku saat itu sangat bingung dan tak tahu harus berbuat apa.Om nando terlihat mencupang leher mama hingga berbekas merah.Lalu dengan wajah yang ganas om nando menjilat puting susu mama sebelah kiri.Kemudian menggigit puting mama dengan keras.Mama menangis dan teriak dengan sangat-sangat kuat.”aaaaaaaagggggggggghhhhhhhh…..saaaaaaaakkiitt…”teriak mama.Aku yakin pasti suara itu sampai keluar,tapi tidak ada terlihat 1 orang pun dari depan kaca yang mengintip.plaak….om nando menampar payudara mama sebelah kiri hingga berbekas merah.Kemudian dia menciumi bibir vagina mama.”ough..betapa harumnya vaginamu ini elly..”kta om nando sebelum mendaratkan lidahnya dibibir vagina mama.Mama terus menangis.Lidah nakal om nando naik turun menjilati vagina mama.hmmh…desah om nando.Om nando menghisap vagina mama.Sementara itu anaknya,adul menikmati aksi papanya dengan sebotol bir nya tadi.Pinggul mama bergoyang ketika om nando menyentil kelentitnya.”akh…”desah mama ketika om nando mencubit pantatnya.Setelah puas dengan vagina mama,om nando menjambak pelan rambut mama hingga memaksakan mama untuk menungging ditempat tidur.Om nando mengarahkan penisnya yang mengacung panjang kemulut mama.Tanpa diperintah,dengan menutup mata mama menghisap penis om nando.Awal-awal,kepala penis om nando masuk,kemudian pertengahan dan dengan paksaan om nando menekan penisnya hingga penisnya 90%masuk kemulut mama.Mama terlihat tersendak dan memukul-mukul kasur.”akhh….”desah om nando menikmati isapan mulut mama.Hampir 1 mnt penis om nando berada menusuk dalam-dalam mulut mama yang kecil.Om nando mencabut penisnya.Mama terbatuk-batuk dan mengeluarkan beberapa tetes cairan dari mulutnya.

“kamu ga coba dul…nikmat lo”kata om nando menawari anaknya.”engga pa,papa dulu aja…lihat pa kayaknya dia nantang tu”kata adul memanas-manasi papanya.Om nando mendorong mama hingga mama kembali ke posisi terlentang.Kedua kaki mama diangkat hingga dipundak om nando.”jangan bang,tolong hentikan…”desah mama dengan isak tangis ketika mengetahui bahwa om nando telah bersiap memasukan penisnya yang berukuran 18cm itu kedalam liang kewanitaanya yang sempit dan basah.Om nando menggesek kepala penisnya dibibir vagina mama.Dan slurrp….seluruh penisnya masuk kedalam vagina mama.akhh…..desah mama ketika merasakan penis om nando yang panjang dan besar berada didalam vaginanya.Perlahan om nando mulai memompa penisnya dengan sangat pelan.

Saat itu,kurasakan penisku sangat keras.Aku juga ingin berada pada posisi om nando.Lama kelamaan,om nando mulai mempercepat pompaanya.Mamaku terus menangis dan mendesah sedikit.Mama membuka matanya dan memandang kearah langit-langit.ahh…sh..desah mama dengan suara yang kecil.ah…desah om nando semakin mempercepat pompaan penisnya divagina mama.Hingga mama menggelinjang dan tanganya meremas kasur tempat tidur dan terdengar suara teriakan kecil dari bibirnya yang merah.ohhhh…..mama mendesah dan om nando menusuk dalam-dalam penisnya divagina mama.Mama orgasme untuk yang pertama dan mama terlihat sedikit malu.Bang adul membuka seluruh pakaianya dalam sekejap.Penisnya terlihat lebih besar sedikit dari punya om nando.Om nando memerintahkan mama untuk nungging.

Dari belakang om nando kembali menancapkan batang zakarnya kedalam vagina mama.”aouhh…..”desah mama menutup mata.Sementara itu dari depan bang adul mengelus rambutnya dan mencium bibir mama.Om nando kembali memulai pompaanya.Mama terlihat sangat pasrah menghadapi ke-2 lelaki yang menyerangnya dari 2 arah.Sambil berciuman,tangan bang adul meremas-remas kedua payudara mama yang bergerak maju mundur mengikuti irama pompaan om nando.Mama hanya menutup mata dan meneteskan air mata.plaak…om nando memukul belahan pantat mama.”oh.,,”erangnya dan semakin mempercepat pompaanya.Hingga bang adul mencabut bibirnya yang melekat dari bibir mama dan tangan bang adul meremas-remas kedua payudara mama.”ahgghhhhhh….ohhhhh….”desah mama panjang dengan suara yang agak keras.Om nando kembali munusuk dalam-dalam penisnya divagina mama.Tampak expresi wajah puas dan senang dari om nando.Mereka kembali merubah posisi.Mama berada diatas tubuh om nando.kemudian om nando kembali menusuk penisnya divagina mama.ah,…sh….desah mama.”bang..hen..ti..kan….”erang mama diiringi dengan suara tangis.”iya,sebentar lagi”kata om nando dengan santai dan terus memompa penisnya divagina mama.Sementara tu bang adul mengacungkan penisnya didepan mulut mama.

Tanpa diperintah,mama meraih penis itu dan menjilati penis itu.Bang adul menutup matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar ketika mama menghisap kepala penisnya.Lidah mama menari-nari dikepala penis bang adul yang berwarna merah.Aku sangat yakin kalau mama sudah berada digenggaman kedua lelaki ini.Kulihat rocy,ia mengocok-ngocok penisnya sendiri sementara aku masih menahan nafsu.”mamalu memang siipp….”bisiknya.Bang adul menyorong penisnya hingga hampir masuk seluruhnya dimulut mama yang kecil.Saat itu om nando juga mempercepat gerakanya.Mata mama terbuka dan tanganya memukul kasur.bang adul mencabut penisnya dan mama mendesah”ahhh….ahh…oh..stop….”.Dan selang beberapa detik om nando juga berteriak”akh…”.Ia menusuk lebih dalam penisnya.Mama terlihat sangat lemas berada diatas tubuh om nando.Om nando menjilat kupingnya.Ternyata mama orgasme dengan sangat dashyat diiringi dengan pelepasan benih-benih sperma oleh om nando.Seluruh benih-benih jantan om nando memenuhi liang kewanitaan mama.Om nando membiarkan penisnya berada didalam vagina mama.Tanganya mengelus-ngelus punggung mama yang dibasahi keringat kenikmatan birahi.Lalu om nando mencium pipi mama yang juga dibasahi oleh tetesan air mata kenikmatan.

“sory kalau aku tadi main kasar…”katanya seraya mencium jidat mama.Mama tidak menjawab dan masih menangis.Om nando mencabut penisnya yang mengecil dari vagina mama.Kemudian ia berdiri dan membiarkan tubuh mama terlentang tanpa sehelai benang pun diatas kasur.”sekarang giliran saya tante elly”kata bang adul sambil mengurut-ngurut penisnya yang panjang.Mama memandang kearah bang adul lalu kearah om nando yang duduk dikursi menyalakan rokoknya.Bang adul memulai permainan dengan mencium bibir mama terlebih dahulu.Lalu ia menancapkan penisnya kedalam vagina mama yang baru saja dibasahi sperma om nando.Mama sedikit mendesah ketika penis bang adul masuk kedalam vaginanya.Perlahan bang adul memulai pompaanya.Karena seorang yang menyukai olah raga,tampak badan bang adul yang berotot ketika memompa mama dengan sangat cepat.akhh…oh…..ahh…sh…desah mama dan tetap diiringi dengan tetesan air mata.Tak perlu berlama-lama bagi bang adul untuk membuat mama orgasme.Dengan sedikit tambahan pompaan,mama menggelinjang dan mendesah ahhhhhhhh……terlihat beberapa tetes cairan keluar dari celah-celah vaginanya.Lalu bang adul mencabut penisnya.

Ia mendudukan mama dipinggangnya.sluurpp….penisnya kembali masuk kepepek mama.”ayo goyang…ayo goyang”kata bang adul.Mama dengan mata tertutup menggoyangkan pinggulnya dengan pelan-pelan.”ya begitu….ohh…”erang bang adul.Dan semakin lama goyangan mama semakin cepat.Payudara mama yang menggantung bebas bergoyang naik turun.Dan suasana saat itu sangatlah panas sekali.Melihat mama yang bergoyang naik turun diatas pinggang bang adul,om nando mengambil botol bir bang adul yang menyisakan 1/4 air.Ia naik keatas tempat tidur dan menyiram kepala mama.”aakhhhh….”desah mama ketika merasakan air bir yang tumpah membasahi rambutnya.Mama terus memompa bang adul.Hingga mama menghentikan pompaanya dan mendesah “akhhhhh….”. Sementara itu bang adul hanya menutup matanya menikmati cairan yang menyemprot batang zakarnya.Bang adul mencabut batang zakarnya.Ia mencabut penisnya dan mendudukan mama yang basah diatas kasur.”ayo kocok…”katanya menampar pipi mama dengan batang penisnya.Karena takut mama segera meraih penis itu dan mengocok dengan perlahan.Kemudian lidah mama menari-nari dikepala penis bang adul.Mama menghisap setengah penis itu dan mengeluarkanya lagi.Dan menghisap setengah lalu mengeluarkanya lagi.Jari-jari mama mengocok penis bang adul dan menghisap kepala penis yang berwarna merah.”akhhh….”desah bang adul sambil menekan kepala mama hingga penisnya tertancap dimulut mama.Ternyata bang adul orgasme.Ketika ia mencabut penisnya,penisnya bersih dan air maninya berada dimulut mama.”telan…telan”kata bang adul.

Sambil menutup mata,mama menelan mani bang adul.Bang adul turun dari kasur dan meninggalkan mama yang basah diatas kasur.Bang adul duduk disebelah papanya.”gimana asyik…”tanya om nando kepada bang adul.Anggukan kepala yang menjadi tanda kepuasaan bang adul.Sementara itu mama terus menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya.Om nando mendekati mama dan memeluknya dari belakang.Ia sandarkan kepala mama dipundaknya.”sudah lah,untuk apa kau menangis,ini masih awal elly…kau masih harus menghadapi beberapa cobaan yang harus kau hadapi…itulah sebabnya kalau kau bermain dengan lelaki yang bernama nando”kata om nando menghisap rokoknya.Kulihat rocy sedang mengelap penisnya yang basah spermanya.Kulihat jam ditanganya menunjukan pukul 11.30.”ma….maafkan saya bang”kata mama dengan manis.”ia tapi kau harus melewati ujianku nanti sore dan malam…”kata om nando.”jadi nanti malam kita nginap disini”tanya mama dengan wajah penasaran.Om nando mengganggukan kepalanya dan mama kembali meneteskan air mata.”apa kau tidak tertarik menjadi istriku elly?kau akan memiliki semua yang kau mau,aku bisa membuatkan surat palsu yang menyatakan perceraianmu dan kita bisa menikah,jujur semenjak kita bertemu beberapa tahun yang lalu aku sangat menginginkan saat ini,saya dimana aku memperdayamu”kata om nando.Mama tidak menjawab.Bang adul memakai celana pendeknya dan keluar.Om nando bangkit dan memakai celananya.

Lalu sesosok perempuan yang agak tua diatas mama masuk kedalam kamar.”tuan,air kembang untuk mandi permaisuri elly sudah saya siapkan…”kata wanita ini.”oh ya,elly ikut lah dengan ibu ini,bu bawa ibu ini dan selesai mandi rias dia”kata om nando memerintah.Tanpa sehelai benangpun mama ikut dibawa oleh ibu ini.Aku dan rocy tidak perlu bergerak lama,karena lokasi mandi dapat kami lihat dengan cara berjalan jongkok sejauh 3mtr.Tampak sebuah bak bulat dipenuhi oleh bunga-bunga.Lokasi ini sangat alami.Mama masuk kedalam bak mandi itu.Sekujur tubuh mama dibasuh oleh wanita tua ini.Kemudian selesai mandi,mama didudukan disebuah bangku kemudian wanita tua itu mengasapi selangkangan mama dengan sbuah alat yang aku tak tahu.Lalu mama dibawa oleh kesebuah ruangan yang aku tak dapat masuk.Rocy mengajaku keluar.Aku keluar dan kembali ke pos awal.Kami menyuruh seorang anak buah dari kepala keamaan tadi untuk membeli makan.15 mnt kemudian makanan kami datang dan para kuli terlihat berkumpul disebuah pendopo.Om nando dan adul sudah terlebih dahulu berada disana.”kita tunggu permaisuriku”kata om nando.Terlihat sejumlah makanan telah terhidang dihadapan mereka.”itu dia ha…”teriak bahagia om nando ketika melihat mama datang.

Rambut mama terikat cantik,wajah mam juga semakin cantik dengan riasan dan paling sedap dipandang adalah pakaian mama yang membuatnya tampak menggoda.Mama dipakaikan daster 1 tali yang masing2 berada dipundak mama.Daster itu hanya sampai 15cm dari betis mama yang sexy.Tampak jelas paha mama yang putih mulus.Dan mama karena daster itu berbahan sutra yang tipis sehingga puting mama membercak.Mama berjalan melewati para kuli yang menahan nafas birahinya.Kemudian mama duduk disebelah om nando yang hanya memakai singlet dan celana pendek.Om nando mencium pipi mama.Lalu mereka mulai makan begitu juga dengan kami.Rocy menyuruhku agar tetap tenang.Mama terlihat makan dengan sedikit dan minum air putih.Om nando memang sangat jahat,dengan sangaja ia menyikap bawahan daster mama dan wurr…tampak vagina mama yang sudah bersih dari bulu-bulu jembut.”bang”erang mama.Para kuli terlihat tertawa kecil.

Singkat cerita,mama dibawa jalan om nando mengelilingi kebunya yang ditumbuhi berbagai macam tanaman.Aku dan rocy hanya memantau dari pos.Mama terlihat diam dan tak ada expresi kesenangan terpancar dari wajahnya.Sekitar jam 3 para kuli kembali berkumpul dipendopo.Mama,om nando dan bang adul berada tepat didepan para kuli.”sebelum kalian pulang,permaisuriku ingin memberikan kalian sebuah hadiah…bukan begitu?”kata om nando mencolek pipi mama.Sepertinya para kuli sudah mengerti,mereka membentuk bulatan.”ayo mulai”kata om nando kepada mama.Mama menari-nari ditengah para kuli.Para kuli menyambutnya dengan tepuk tangan dan sahutan.Kemudian mereka mengeluarkan penis mereka dan mengocok-ngocok dengan kedua tanganya.Mama bergoyang kesana kemari.Tangan mama meremas-remas payudaranya sendiri dari balik dasternya.”buka bajumu”perintah om nando dari tempat duduknya.Suasana semakin panas dan menantang ketika kain yang menutupi sekujur tubuh mama terjatuh kelantai.Tampak jelas tubuh mama yang putih mulus dan bagian kewanitaan mama yang bersih tanpa sehelai rambutpun.Dengan canggung mama bergoyang kesana-kemari.Wajah para kuli pun terlihat semaki mengganas dipenuhi birahi.Jari-jari mama memplintir sendiri puting susu mama yang berwarna coklat.Om nando dan bang adul dengan santai melihat aksi mama.Sementara aku dan rocy mulai terbawa suasana panas itu.AKu tak dapat membayangkan apa yang terjadi jika papa mengetahui hal ini.Lalu mama menjilat jari tengah tangan kirinya dan menusukan jari itu kedalam vaginanya.Dengan mata tertutup mama mengoral sendiri vaginanya.Suara gelak tawa keluar dari orang-orang yang berada disekelingnya.

Setetes air mata tampak kembali menetes dari matanya.Dengan suara desahan mama mengeluar masukan jarinya dari dalam vaginanya.Ingin sekali aku menghentikan aksi mama,namun apa daya.Mama sudah dikuasai oleh om nando.Dan aku yakin mama akan melakukan aksi gila dari akal-akal om nando.1 orang kuli menembakan maninya dan menampungnya ditanganya.”berikan air itu kepada permaisuriku,dia tahu bagaimana cara memainkanya…”kata om nando dari kursinya.Lalu lelaki ini berjalan mendekati mama yang masih menusuk-nusuk vaginanya dengan jari tengahnya.Mama menampung air mani lelaki itu ditangan kananya.Separuh air mani yang tak terlalu banyak itu mama minum.DAn setengah lagi ia taruh dijari tengahnya.”ayo masukan”kata om nando.Dan dengan perlahan jari mama yang basah itu masuk kedalam liang rahim mama.”akhhh…”desah mama.Lagi-lagi,sperma lelaki lain bersarang dirahim mamaku.Aku tak tahan melihat hal itu.Mama terus menusu-nusuk vaginanya hingga sperma yang ada ditanganya larut divaginanya.Aksi itu terus berlanjut.Secara bergantian,para lelaki ini memberika mama sperma mereka.Sebagian sperma mama minum dan lainya masuk kedalam liang rahimnya.Hingga bersisa seorang lelaki.Saat itu mama dengan posisi menungging menusuk-nusuk vaginanya.Lelaki yang sudah berumur lebih tua dari om nando ini mendekati om nando.”tuan saya mohon tuan mau memberikan saya izin untuk memuaskan permiasuri tuan…”kata lelaki yang mempunyai penis yang sangat besar ini.Kalau kutebak ukuran penis itu kira-kira 22cm dengan diameter 6cm.Om nando memandang wajah laki-laki yang duduk dihadapanya.”silakan,kau kuijinkan untuk menikmati permaisuriku,”kata om nando.”trima kasih tuan”kata laki-laki itu yang langsung mendekati mama.Mama menghentikan aksinya.Laki-laki itu memeluknya erat dari belakang.

“akh…sh…”desah mama ketika ke-2 telapak tangan kasar lelaki ini meraba payudara mama.Lidahnya menjilati leher mama yang basah berkeringat.Suasana semakin erotik ketika tangan lelaki ini mengarahkan penisnya yang sudah mengacung dari tadi kelubang surgawi mama.”oughh…sh…pelan-pelan…”desah mama ketika kepala penis lelaki ini masuk kedalam vaginanya.Dengan sedikit sulit penis lelaki ini masuk kedalam vagina mama.”akkhhhhhh….”desah mama ketika seluruh penis laki-laki ini bersarang divaginanya.Ia mulai memompa dengan perlahan.Lidahnyya tetap bermain menjilati leher mama yang indah dan kedua tanganya meremas-remas payudara mama yang padat dan kenyal.Mama mendesah begitu dahsyat.Tubuhku kembali dialiri aliran birahi yang membuatku menikmati suasana.Aku seperti kehilangan akal dan menginginkan lebih banyak lelaki menyetubuhi mama.Mama mengeluh kenikmatan.Tubuhnya semakin basah.Dan tak lama kemudian terdengar mama berteriak”ooohhhhhhhhh….”.Mama mencapai puncaknya begitu juga dengan lelaki ini.Mama menutup matanya.Kupikir ia senang ternyata mama meneteskan air mata kembali dari matanya yang indah.Laki-laki itu mencabut penisnya dan mama langsung tergeletak lemas dilantai.Vaginanya tampak basah cairan putih-putih dan setetes demi setetes cairan yang memenuhi liang rahimnya itu keluar dari bibir vaginanya.Om nando dan adul tidak memberikan expresi apa-apa.Lelaki ini menutup celananya.Dan berjalan kearah om nando.”terima kasih tuan..”katanya.Om nando mempersilakanya untuk pergi.Sementara itu ibuku yang cantik tergolek lemas diatas lantai.Om nando mendekatinya.Mama melempar senyuman manis kearah om nando.Lalu om nando memanggil wanita tua yang tadi memandikan mama.”bersihkan tubuhnya”kata om nando kepada wanita ini lalu pergi meninggalkan mama.

Singkat cerita malam tiba.Aku dan rocy menumpang mandi dirumah seorang kuli yang mengetahui keberadaan kami.Sekitar jam 7 malam kami kembali.Kami kembali kepos tadi.Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil ford triton twin cabin datang.Dari mobil itu turun seorang lelaki jepang dan seorang bule.Kedua lelaki itu berbadan sangat besar,lebih besar dari bang adul.Kira-kira tinggi mereka 190cm keatas.Om nando yang memakai kemeja dan celana panjang menyambut ke-2 lelaki ini dengan gelak tawa dan snyuman.Rocy mengajaku untuk kembali ke asbes.Kami berada tepat diatas sebuah ruangan yang berisi sebuah segitiga lengkap dengan kursinya yang bergaya oriental.Terlihat beberapa amplop berada ditas kedua lelaki ini.Pintu terbuka dan om nando masuk bersama sang permisuri yang terlihat cantik dengan kimono nya.Rambut mama dibuat terikat kebelakang bergaya jepang dan pipinya berwarna merah.Sungguh-sungguh menawan.Aku sangat yakin mama tidak memakai daleman apapun.kedua lelaki ini sangat tertarik ketika melihat kehadiran mama.Ketika mama bersalaman dengan mereka,tangan mama dielus dan dicium.Permainan pun dimulai.Mama duduk dipangkuan om nando yang sedang bermain kartu dengan 2 lelaki asing ini.

Sesekali bibir om nando mencium pipi mama dan tanganya meremas-remas payudara mama.Itu terlihat membuat ke-2 lelaki asing ini iri.”ha…ha…ummph…”tawa om nando diiringi dengan mencium pipi mama karena ia telah berhasil memenangkan game yang pertama.Selama 3 game pertama,om nando menang dan selalu mencium pipi dan leher mama.”akan kuberikan kau emas,mobil bahkan rumah untuk kau dan aku…”katanya sambil memasukan uang hasil taruhan kedalam tas kecilnya.Dan game-4 om nando kalah dan dimenangi oleh orang jepang.Dan di-game kelima om nando berhasil memenangkan taruhan senilai US$ 1800 atau senilai dengan 17jtan.Mama menempelkan kepala om nando yang mencium lehernya kebagian pertengahan dadanya.Wajah dari ke-2 orang asing ini terlihat memanas.Mereka dari tadi sudah menggaruk-garukan selangkanganya.Mereka mengeluarkan 5amplop yang berisi uang dari tas mereka dan melemparnya keatas meja.Om nando memandang kearah 2orang lelaki ini.Suasana sempat hening sebelum terdengar suara tawa dari om nando dan 2orang asing ini.2orang asing ini berdiri dan melepas kemeja dan celana yang mereka kenakan.Hingga menyisakan celana dalam.Wajah mama berubah menjadi ketakutan.”ha..ha…”tawa om nando yang mendorong tubuh mama kearah orang jepang yang langsung menangkap.Mama berada didekapan orang jepang yang membuka kimononya.bless…kimono mama terlepas dan melayang jatuh kelantai.Mama telah bugil tanpa sehelai benangpun.Tangan kanan si jepang mengelus selangkangan mama yang putih bersih dengan bibir vagina yang bewarna merah.

“owww….”desah si bule memandang mama.Om nando keluar membawa tasnya yang berisi uang.Senyuman manis dilemparkan om nando kearah mama yang memandang tajam dirinya.”bajingan kamu…”kata mama yang diiringi dengan tetesan air mata.Si jepang menjilati leher mama dan bagian belakang mama.Sementara itu si bule tampak menciumi bibir mama yang berwarna pink.Ciuman itu begitu panas hingga aku kembali terangsang.Kedua tangan kekar si bule meremas-remas payudara mama yang padat dan kenyal walau sudah agak turun.Si bule terus menciumi bibir mama yang tipis membuatku dan rocy terangsang.Kedua lelaki ini mendudukan mama keatas meja.Mereka saling berbagi.Si bule mendapat jatah menjilati payudara mama sebelah kanan dan si jepang menjilati payudara mama sebelah kiri.Lidah kedua orang asing ini menari-nari menjilati susu mama.Mama hanya bisa mendesah dan menutup rapat-rapat matanya.Si bule meremas dan menggigit puting susu mama.ouchh,…desah mama.Kemudian si jepang asyik memplintir puting susu mama dan tanganya mengelus-ngelus paha mama.Dan 2 jari si jepang menusuk liang kewanitaan mama.”aouhh…shh”desah mama.2 jari itu keluar masuk divagina mama.Si bule semakin ganas menghisapi puting susu mama.Lidahnya naik menjilati leher mama.

Setelah mereka puas,mereka merubah posisi.Si jepang berada berjongkok didepan vagina mama sementara si bule mengacungkan batang zakarnya yang berurat panjang didepan mulut mama.Permainan pun berlanjut.Penis si bule keluar masuk mulut mama.Tangan mama mengelus-ngelus kepala si jepang yang sedang asyik menjilati vagina mama.Terdengar beberapa erangan dari si bule ketika mama menghisap kepala penisnya.ouhh…..aku semakin terangsang.Kulihat sampingku,rocy mengocok-ngocok penisnya yang hari itu sudah menembak 2x sementara aku belum sekalipun.jepang menghisap-hisap bibir vagina mamaku.Lidahnya naik turun menyalurkan rangsangan pada bagian paling intim ini.Tangannya pun ikut bekerja meremas-remas bukit susu mama untuk menambah rangsangan kenikmatan.Karena sudah tak tahan,aku mengocok-ngocok penisku sambil mengikuti permainan mereka.Mama mencabut penis si bule dari mulutnya dan mengocok penis yang semakin panjang itu dengan tangan kanannya.ahh…sh….desah mama.Aku tak melihat kesedihan mama.Yang ku tahu mama pasti sudah terangsang.”akkh…ouch….shhh….”desah mama.Dan cairan deras mengucur dari liang rahim mama keluar dari bibir vagina mama dan membasahi wajah si jepang.

Lalu mereka memposisikan mama miring.Si jepang mengacungkan tongkolnya didepan mulut mama yang langsung diterkam oleh mulut mama.Sementara itu si bule mengarahkan rudalnya kedalam vagina mama.ssluuurppp…penis si bule yang hampir sama dengan penis om nando masuk bersarang diliang rahim mama.plek..plek..suara becek terdengar ketika si bule mulai memompa mama.Mama sempat mendesah ahh…shh….sebelum si jepang menarik kepalanya dan menekan penisnya kedalam mulut mama.Tubuh mama bergoyang ketika 2orang asing ini mencumbunya.Kupercepat kocokan penisku ketika melihat si bule mempercepat pompaanya divagina mama.Payudara mama bergoyang kesana kemari.Dan mama mencabut penis si jepang dari mulutnya dan berteriak akhhhhhhhh……

Mama mencapai puncak orgasmenya.Si bule memejamkan kedua matanya menikmati isapan vagina mama.Si bule mencabut penisnya yang basah dari vagina mama.Dan kemudian si jepang menaruh mama diatas tubuhnya.Lalu mengarahkan alat vitalnya yang putih mengkilat kedalam vagina mama.cek…plek…suara becek kembali memenuhi ruangan itu bersama dengan desahan yang keluar dari mulut suci mama.Sementara itu si bule bersiap untuk memasukan tongkolnya kedalam lubang dubur mama.”aouchh….shh…sakit.. stop…”desah mama ketika kepala penis si bule mendobrak masuk kedalam lubang dubur mama yang tak pernah diisi oleh penis lelaki.Si bule ingin melakukan anal sex dengan mama.Dan mama teriak dan memejamkan matanya ketika duburnya yang sempit berhasil dijebol oleh si bule.”akhh….oghhhh…..shhhhhh…..ahh….”desah mama berulang kali ketika mendapat DOUBLE PENETRATION dari 2 orang asing ini.1 penis divaginanya dan 1 penis dilubang anusnya.Goyangan itu tak terlalu cepat.2orang asing ini terlihat sangat menikmati kenikmatan tubuh ibuku.Tak selang beberapa menit mama orgasme lagi.Si jepang turut mendesah sama seperti mama.Lalu ia mencabut penisnya.Si bule kembali memasukan penisnya kedalam liang kewanitaan mama.

Sedikit desahan keluar ketika si bule mendogie style mama.Lama kelamaan pompaan si bule semakin cepat.Tampak seluruh otot si bule yang kekar.Sementara itu si jepang terlihat mengocok-ngocok sendiri penisnya.Aku semakin tak tahan dan ingin menembakan maniku tapi kucoba mengendalikan diri.Dan pompaan itu begitu cepat.Sampai-sampai kulihat mama memejamkan matanya dan membuka mulutnya lebar-lebar.akhh….shh…akhhhhhh….mama kembali orgasme untuk kesekian kalinya.Si bule mencabut penisnya dan dengan cepat si jepang menancapkan penisnya divagina mama.Mulut mama diisi dengan penis si bule yang tadi menjebol duburnya dan vagina mama diisi oleh penis si jepang.Hanya beberapa kali pompaan si jepang mencabut penisnya.Begitu juga dengan mama yang mencabut penis si bule dari mulut mama.Tangan kiri mama memegang penis si bule dan tangan kanan mama memegang penis si jepang.Mama mengocok kedua penis itu dengan sangat cepat.Sesekali mama menghisap kepala penis si bule dan si jepang hingga akhirnya.crooot..crooot..si jepang menyemprotkan maninya diwajah mama dan mama langsung mengelap mani itu dengan tanganya lalu menghisapnya.Tak lama kemudia si bule yang langsung menancapkan kepala penisnya di mulut mama.crooot…croot..mani si bule jauh lebih banyak dari si jepang.ahh….desah si bule.Lalu mama terduduk diatas meja dan membersikan mulutnya.Sementara kedua lelaki ini menghembuskan nafas dan terduduk di kursi.Dan akhirnya aku juga menyemprotkan maniku.

Mama bangkit dari duduknya dan memumut kimononya yang terjatuh dilantai.”asyik ya…”kata si bule dengan bahasa indonesia.”ia “jawab mama dengan senyuman.Kemudian dengan camera photo si jepang memfoto si bule yang sedang memeluk dan mencium mama.Tak lama kemudian pintu terbuka dan om nando masuk.Expresi wajah mama berubah ketika kedatangan om nando.”istri-mu begitu cantik dan sedap,boleh aku meminjamnya”kata si bule.”oh dia bukan istriku,dia hanya wanita miskin yang secara tak sengaja kutemukan dan ternyata ia memiliki tubuh yang sedap”kata om nando dengan lancang.”seperti pelacur”sahut si jepang.”oh ya”kata om nando dengan senyuman.Si jepang yang masih bugil membuka tasnya.”oh kita punya sesuatu”kata si jepang yang mengeluarkan sebuah jarum suntik yang sudah diisi cairan.”biar fly…ha..ha”kata si jepang.Mamaku yang berdiri didekat bule mencoba berlari namun dengan sigap si bule menarik tanganya.”sini mau kemana..ha..ha”kata si bule memegangi mama.Om nando memegangi tangan mama yang mencoba melakukan perlawanan.”itu sejenis obat morfin yang membuat mama-mu seperti orang teleng…”kata rocy.Dan si jepang menusukan jarum itu ketangan kanan mamaku.”akhh….lepaskan”desah mama ketika jarum itu tertancap ditanganya.Setelah cairan itu masuk ketubuh mama,si bule dan om nando melepaskan mama.Mama berdiri dan mencoba berlari.Baru 1 langkah ia sudah tersungkur dilantai.

Cerita Dewasa Diperkosa 5 mahasiswa sekaligus

Cerita Dewasa menceritakan seorang mahasiswi yang Diperkosa 5 mahasiswa sekaligus memang mengenaskan sekali. Tapi dalam cerita ini ada kegairahhan yang sangat fantastic sekali. Begini ceritanya, meskipun usia pernikahanku dengan Mas Eka telah menginjak enam tahun, kami belum juga dikaruniai anak. Padahal hubungan seksku dengan suamiku berjalan seperti yang dilakukan banyak orang.
Sebut saja namaku Agnes (29 tahun). Aku selisih lima tahun dengan Mas Eka. Jujur kuakui, suamiku itu memang orangnya ganteng dengan badan yang atletis. Dalam segi materi pun, dia mencukupiku bahkan berlebih-lebihan.
Mobil Jaguar saja ia belikan untukku. Setiap hari aku selalu disibukkan oleh acara-acara yang kubuat sendiri. Mulai creambath di salon, spa, maupun mandi sauna. Di hampir semua restoran mewah, aku selalu disambut dengan hangat karena aku memang sering makan di sana dan biasa memberikan tips berlebih.
Di usia pernikahanku ini yang sekarang ini, suamiku masih tetap menyayangi dan terus memanjakanku. Demikian juga denganku. Apapun yang dia minta selalu kuberikan, meskipun pernah suatu saat aku sudah tertidur kecapekan, Mas Eka dengan manja memintaku untuk bercinta. Aku tak segan-segan untuk melayaninya.
Seperti biasa, saat aku melayani kebutuhan biologis suamiku, dia selalu mencumbuiku dengan penuh nafsu dan digoyangnya tubuhku dengan penuh gairah sampai tersentak-sentak. Satu saja kelemahannya, seperti biasa Mas Eka hanya bisa menggoyangku tak sampai sepuluh menit. Dalam waktu selama itu, aku bahkan seringkali masih belum orgasme.
Karena rasa sayangku padanya, aku pun hampir selalu berpura-pura sampai ke puncak bersamanya. Sayang, sebagai wanita biasa lama-kelamaan aku juga menginginkan kepuasan dan klimaks dalam permainan cinta yang intim.
Bahkan kurasakan gairah seksku makin lama bergejolak tak terbendung. Sebagai pelampiasan, aku mencoba memuaskan gairah seksku degan berbagai vibrator yang kubeli di sex shop. Dengan vibrator dan ditemani keping-keping VCD porno, aku berusaha memuaskan nafsu seksku.
Hanya saja, itu semua kulakukan tanpa sepengetahuan suamiku. Aku khawatir bila ia tahu. Tentunya ia akan sangat terpukul bahkan mungkin akan jadi minder.
Namun, di lain pihak, semua usaha yang kulakukan untuk memuaskan sendiri nafsu seksku ternyata membuatku merasa semakin gila. Gairah seksku yang menggebu-gebu justru semakin tidak terpuaskan. Bahkan ketika aku sudah menambah kesibukanku, tetap saja gairah-gairah itu muncul mengganggu.
Di antara kegundahanku itu muncul seorang teman lamaku yang menawarkan usaha membangun rumah di daerah sekitar kampus di Cawang untuk dijadikan tempat kost mahasiswa. Karena kupikir aku mempunyai deposito cukup banyak, maka kuputuskan mengkonsultasikan hal itu kepada Mas Eka.
Karena cintanya padaku, Mas Eka pun mendukung rencanaku itu. Sebenarnya dulu aku pernah kuliah arsitektur meskipun tidak lulus karena keburu menikah dengan Mas Eka. Karena itu, aku beranikan diri memimpin sendiri projek pembangunan rumah kost itu walaupun tentunya tetap dibantu oleh perusahaan kontraktor rekan Mas Eka. Yang jelas, semua desain rumah itu, aku sendiri yang buat sesuai dengan seleraku.
Setelah rumah itu berdiri, beberapa mahasiswa mulai ngekost di tempat itu. Di dalam rumah itu aku sengaja membuat suatu ruang kamar yang cukup besar dan tidak disewakan. Pikirku, mungkin suatu saat bisa kugunakan sebagai tempat bersantai bersama suamiku.
Ruangan itu kulengkapi dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti furniture, televisi, lemari es, dan AC. Selain itu, di dalamnya juga tersedia kamar mandi sendiri beserta dapur. Ruangan itu juga kadang kugunakan pada awal bulan untuk istirahat sekaligus menarik uang kost. Ruangan itu sendiri letaknya dikelilingi oleh kamar-kamar kost yang jumlah seluruhnya 20 kamar. Ini memang baru tahap awal. Nanti aku berencana untuk menambah lagi jumlahnya.
Di rumah kostku yang besar itu, sekarang baru dihuni oleh tiga belas orang mahasiswa berusia 19-22 tahun yang kebanyakan berasal dari seberang. Kebanyakan dari mereka sebenarnya masih saling mengenal ataupun saudara jauh. Biasalah, setelah satu orang merasa cocok, ia lalu mempromosikannya kepada yang lain. Merekalah penghuni awal rumah kostku yang baru kubuka. Sebagian dari mereka membawa komputer, bahkan televisi dan VCD player.
Saat itu sebenarnya bukan awal bulan. Tidak biasanya memang aku datang ke rumah kost di saat seperti itu. Hal itu kusengaja. Aku hanya ingin mengecek keadaan. Sekalian melepas kepenatan sehabis belanja di mal.
Tanpa sengaja, aku melihat dua, tiga,…. lima orang mahasiswa penghuni kostku sedang asyik menonton VCD porno di salah satu kamar yang terbuka pintunya. Aku mengenali mereka semua dengan baik: Edo, Parlin, Franki, Jo, dan Ben. Karena pesawat televisinya menghadap ke pintu, aku juga bisa melihat jenis VCD yang sedang mereka tonton. Gangbang… bukan main… anak-anak muda jaman sekarang memang sudah lebih maju…. Dengan geli, kulihat sebagian dari mereka sambil menonton televisi, juga menggosok-gosok bagian selangkangannya yang menyembul.
Aku tertawa kecil melihat tingkah mereka dan timbul keisenganku untuk mengganggu mereka. Saat itu mereka belum sadar dengan kedatanganku, maka kutimbulkan sedikit kegaduhan dengan menutup keranjang sampah yang terbuat dari seng dengan cukup keras. Ya, sekarang mereka tahu kalau aku datang….
Lalu aku membuka blazerku sehingga sekarang aku mengenakan tank-top warna pink yang menempel ketat di tubuhku dan tertarik sebagian ke atas sehingga memamerkan pusar dan perutku yang rata. Aku yakin, dari jarak sekitar lima meter, mereka pun bisa melihat kedua putingku yang menonjol dari balik tank-top ketatku karena aku memang tidak mengenakan bra. Kebetulan, saat itu aku pun mengenakan rok super mini tanpa stocking, yang dipadu dengan sepatu berhak tinggi merk Gucci. Aku merasa horny sekali… apalagi waktu tahu mereka terganggu keasyikannya menonton dan mencuri-curi pandang kepadaku…
Kugembok pintu gerbang besar untuk masuk ke rumah kostku. Sengaja juga kulakukan itu dengan suara yang cukup keras… untuk memastikan bahwa kelima penghuni kostku mendengarnya. Lalu sambil melenggang seksi, aku berjalan menuju ruangan pribadiku. Kebetulan ruangan itu letak pintunya berhadapan langsung dengan pintu kamar tempat kelima mahasiswa itu sedang nonton vcd bokep.
Aku membuka kunci pintu kamarku. Dalam hati aku merasa geli bercampur dengan horny. Dari pantulan jendela kamarku, aku bisa melihat kalau kelima anak muda itu sekarang tidak sedang menonton VCD lagi, melainkan sedang memperhatikan diriku. Senang sekali rasanya bisa menggoda anak-anak muda itu….. Aku pun masuk, dan sengaja pintu tidak kututup dengan rapat. Masih ada sedikit celah yang terbuka….
Di dalam, aku membuka gorden jendela kamarku yang lebar. Ketika terbuka, aku bisa melihat kelima mahasiswa itu jadi buru-buru berpura-pura tak mengamatiku. Aku jadi semakin geli sendiri…. Dengan santai, kunyalakan AC dan kurebahkan tubuhku sejenak di sofa depan jendela sambil menyalakan televisi.
Sesaat kemudian, sambil menyiapkan minuman dingin, aku beranjak ke kamar mandi dan mempersiapkan bathtub dengan air hangat.
Nah, sekarang tibalah saatnya…. aku merasa deg-degan juga. Aku bangkit, dan sambil pura-pura berjalan ke sana kemari membereskan barang-barang, aku yakinkan kalau kelima mahasiswa itu masih mencuri-curi pandang mengintipku… Setelah yakin, aku pelan-pelan mulai mencopoti pakaianku… Tank-topku… Rok miniku… dan terakhir, CD-ku yang berenda merk Victoria’s Secret…
Dalam hati aku tertawa sekaligus horny, karena tahu sekarang kelima anak muda itu pasti sedang melotot dan menahan air liurnya…. Aku sendiri merasakan selangkanganku melembab…. Lalu aku melenggang ke dalam kamar mandi. Pintu kamar mandi tetap kubiarkan terbuka lebar….
Kuceburkan tubuhku ke dalam bathtub. Sesekali kubasuh tubuh mulai dari wajah, leher, sampai ke kaki. Kunikmati sesaat kehangatan air sambil kutenangkan pikiranku… Beberapa saat pikiranku melayang… bagaimana seandainya saat ini aku bisa menyalurkan gairahku… dan mencapai puncak kenikmatan….
Setelah selesai, aku lalu menggunakan shower untuk membersihkan tubuhku… Posisiku saat itu menghadap ke arah pancuran dan membelakangi pintu…
Secara tak sengaja, aku dikejutkan oleh sesosok tangan yang memelukku dari belakang. Ia berusaha menciumiku sambil tangannya menggerayangi dan meremasi kedua payudaraku.
Dengan rasa terkejut, kurasakan remasan-remasan tangan itu begitu penuh nafsu. Orang itu terus mencumbuiku dengan ganas. Dengan sekuat tenaga, aku membalikkan tubuhku…
“Ya ampun, Edo….!!” jeritku. “Bagaimana kau bisa masuk ke sini?!”
Edo tak menjawabku. Sebaliknya ia kini berusaha mendekap tubuhku dari depan. Ternyata ia pun sudah dalam keadaan bugil. Senjatanya yang keras kurasakan menggesek-gesek bagian-bagian tubuhku…
“Edo, jangan….!!” Aku berusaha melepaskan diri dari dekapan dan cumbuannya. Apa daya, tenagaku kalah jauh dengannya. Tubuh kekarnya dengan keras dan mantap mencengkeramku sampai aku ngos-ngosan… Sementara itu mulutnya terus bekerja mencumbui seluruh bagian tubuhku yang terjangkaunya….
Meskipun aku sudah berteriak namun Edo tetap saja melakukan aksinya. Aku pun tahu tak ada orang luar yang akan bisa mendengarku… karena pintu gerbang depan yang kokoh sudah kugembok sendiri…. Akhirnya aku gagal mempertahankan kehormatanku… Sambil berdiri, ia melakukan penetrasi ke dalam tubuhku dan menggoyangku habis-habisan…. Aku sempat terhenyak karena tak siap saat menerima penetrasinya. Penisnya ternyata sangat keras dan tubuhku dihunjaminya tanpa ampun…..
Bahkan setelah itu Edo membalikkan tubuhku dan terus menggoyangku selama beberapa saat sampai akhirnya ia ambruk setelah mencapai klimaksnya.
Lalu Edo pun ngeloyor pergi. Dengan tubuh masih basah oleh air sabun dan keringat serta air mani Edo, segera kuraih handuk untuk mengeringkan tubuhku. Dengan pikiran yang masih kalut, kukenakan kimono dan keluar dari kamar mandi…
Namun, begitu keluar kamar mandi, aku sangat terkejut ketika Franki tiba-tiba muncul dan menubrukku. Aku baru sadar kalau teman-teman Edo sudah menunggu di luar…. Didorongnya tubuhku dan disandarkannya ke dinding.
“Franki…. jangan….” Aku hanya sempat mengeluh pendek karena Franki tak peduli dan tak mau pula menyia-nyiakan kesempatan…
Dalam keadaan berdiri, kimonoku disingkapnya lalu kembali aku disetubuhi dalam keadaan berdiri oleh Franki dengan ganas dan penuh nafsu…. Aku yang sudah kecapekan tak bisa berbuat banyak….
Tubuhku sampai terangkat-angkat dan salah satu kakiku diangkat Franki ke atas. Selama disetubuhi Franki, sekilas aku melihat sekeliling. Parlin, Jo dan Ben tampak sedang menonton aksi kami dengan pandangan nanar…. Sementara Edo entah ke mana… Gorden dan pintu kamarku telah tertutup rapat.
Akhirnya, Franki sampai pada puncaknya. Sementara air maninya masih meleleh keluar dari penisnya yang memenuhi vaginaku… kedua tangannya mencengkeram kedua pergelangan tanganku ke tembok… Sementara itu mulutnya dengan ganas menciumi bibirku sampai aku kehabisan napas….
Ketika ia melepasku, aku pun ambruk ke lantai karena kecapekan…. Jo lalu menghampiriku dan memberiku segelas minuman dingin… Aku tidak tahu apa yang dimasukkan Jo ke dalam minuman itu. Yang jelas rasanya agak aneh… dan tak lama kemudian menimbulkan efek yang aneh juga pada tubuhku….
Jo menolongku berdiri lalu melepaskan kimonoku yang acak-acakan. Kemudian ia membopong tubuhku ke tempat tidur. Di sana kembali aku menjadi bulan-bulanan mereka. Jo menciumi dan mencumbuku penuh nafsu. Tanpa kusadari, tubuhku mulai merespon permainan mereka… Ketika Jo mulai tidak sabar menggoyangku, aku pun mulai menggeliat mengimbangi goyangan Jo yang dahsyat itu. Aku juga mulai merintih-rintih nikmat.
“Jooo…. aaah…. oooohhh…. Jooo…”
Melihat reaksiku yang berbeda terhadap rekan-rekannya yang terdahulu, tentu saja membuat Jo semakin semangat. Kelihatan sekali ia ingin memberikan yang terbaik untukku… Aku pun sama sekali tak memberikan perlawanan terhadap Jo. Aku bahkan memperlakukan Jo sama seperti ketika aku sedang bercinta dengan suamiku…
Melihat itu, Ben jadi tak tahan dan mulai menyerbu juga… Ia memaksaku untuk mengulum penisnya… Mulanya aku ragu-ragu… Aku belum pernah melakukan hal seperti itu…. Tapi sepertinya aku mulai mendapatkan kekuatan entah dari mana… Tanpa pikir panjang, kukulum penis Ben yang sudah sangat mengeras….
Lama-lama aku merasakan kenikmatan. Gairah-gairahku yang selama ini terpendam, akhirnya seperti lunas terbayar. Bahkan ketika Jo sudah mencapai klimaks dan gantian Ben yang menggoyangku, aku sudah tidak menolak lagi….
Sekarang Ben yang menindih dan berpacu denganku seperti sepasang kekasih sehingga kami berdua mencapai puncak bersama….
Terakhir, masih ada Parlin yang harus kulayani…. Ia pun rupanya sudah tak sabar menunggu gilirannya yang terakhir…. Bagaikan banteng ketaton, ia menindih dan menggoyangku… Kali ini aku mencapai orgasme beberapa kali…. Rupanya Parlin yang paling berpengalaman di antara keempat rekannya… Ia pandai mengatur tempo… dan ia pun tampak senang melihatku beberapa kali mencapai orgasme lebih dulu…. Setelah lima belas menit lebih, ia pun menyiramkan spermanya ke tubuhku… Pada saat yang bersamaan, aku pun mencapai orgasme untuk yang ketiga kalinya bersamanya…
Sambil penisnya tetap tertanam di tubuhku, kami berpelukan erat seolah tak mau saling melepas. Bibir kami pun saling memagut dan berciuman seperti sepasang kekasih yang sudah lama tak saling berjumpa….
Akhirnya…. kami berenam pun saling bergeletakan di berbagai tempat di kamarku selama beberapa saat. Ada perasaan takut dan dosa yang kami rasakan… bercampur dengan rasa nikmat yang tiada tara….
Setelah kejadian itu, jika aku datang ke sana, mereka seringkali berusaha secara tiba-tiba mengeroyokku dan menyetubuhiku bersama-sama. Kadang aku bisa menghindar, kadang aku pun membiarkan mereka melakukannya, terutama jika suasana di tempat kost sedang sepi….
Aku tidak tahu apa aku harus menyesal atau bahkan merasa bahagia karena sekarang aku bisa merasakan kepuasan seks yang luar biasa…. walaupun itu dengan cara dikeroyok oleh lima pemuda di tempat kostku.

Cerita Dewasa Kisah dukun dan calon PNS

Cerita Dewasa. Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan impian bagi sebagian besar orang. Bergagai cara ditempuh agar bisa lolos tes CPNS. Mengikuti bimbingan tes CPNS, menyogok, menyewa joki, sampai ke dukun sekalipun akan dilakukan. Entah karena putus asa setelah beberapa kali gagal dalam tes, akhirnya akupun juga memakai jasa dukun atau orang pintar. Menurut info yang aku peroleh dari temanku, ada seorang dukun di pinggir kota yang dulu pernah meloloskannya menjadi PNS.
Malam itu aku sendirian pergi mencari rumah dukun itu. Setelah sempat muter-muter nanya sana-sini, akhirnya aku tiba di sebuah rumah sederhana yang nyaris tidak terlihat dari jalan raya. Halamannya yang luas dan tertutup rimbunnya pohon-pohon mangga membuat suasana menjadi sejuk dan tenang. Setelah beberapa kali mengetuk pintu, seorang wanita setengah baya dengan senyum ramahnya membukakan pintu.
“Permisi, apa benar ini rumahnya Bu Sarmi?” tanyaku kemudian.
“Oh iya, saya sendiri. Silakan masuk, Mas!” Setelah dipersilakan duduk, tanpa basa-basi aku segera memperkenalkan diri dan langsung mengutarakan maksud kedatanganku.
“Ooo, jadi Mas Anang ini juga pengen jadi pegawai negeri to?”
“Iya Bu! Saya juga sudah membawa sebotol madu murni sebagai syarat, seperti yang dikatakan teman saya.” Aku menyodorkan satu botol madu murni kepada Bu Sarmi.
“Kalau begitu, silakan Mas Anang ikut saya ke dalam!” Bu Sarmi beranjak dari duduknya sambil membawa botol madu yang aku berikan tadi. Beliau berjalan menuju ke sebuah kamar di ujung ruangan. Dari belakang aku membuntutinya sambil memperhatikan gerakan pantat montoknya yang membuatku menelan ludah.
Sesampainya di dalam ruangan yang redup itu, Bu Sarmi menutup pintu dan menyuruhku membuka pakaianku.
“Maaf ya Mas Anang! Tolong pakaiannya di lepas dan silakan berbaring di ranjang itu! Kita akan segera memulai ritualnya!”
“Semuanya, Bu?” tanyaku malu-malu.
Bu Sarmi tersenyum, “Mas Anang gak usah malu. Anggap saja saya tidak ada. Toh ini kan juga demi cita-cita Mas Anang!” Bu Sarmi benar, pikirku. Lagi pula aku sudah terlanjur datang ke sini, jadi aku tidak perlu malu lagi.
Sementara Bu Sarmi menyiapkan kelengkapan ritual, aku segera menanggalkan semua busanaku kemudian berbaring di atas ranjang yang tidak terlalu empuk itu. Beberapa saat kemudian, dengan sebotol madu di tangannya, Bu Sarmi datang dan duduk di sampingku. Sesaat aku sempat melihat Bu Sarmi mengamati tubuh telanjangku. Pandangannya terkesan liar, seolah tengah melihat ayam panggang yang siap untuk di santap.
Dengan duduk bersimpuh di sampingku, Bu Sarmi mulai menuangkan madu murni itu ke sekujur tubuhku. Aku memejamkan mataku saat tangan lembut Bu Sarmi mulai menyentuh dadaku, meratakan madu yang lengket itu ke setiap sudut tubuhku. Jemarinya yang lentik dengan lihai menari-nari, meremas-remas dada bidangku dan putingnya, dan mempermainkan bulu-bulu halus yang tumbuh di atasnya. Aku menggigit bibirku sendiri, mencoba mengendalikan aliran darahku yang bergejolak menuju ke arah pangkal pahaku.
“Mas Anang sudah punya pacar?” tanya Bu Sarmi memecah keheningan.
“Eh, saya baru menikah enam bulan yang lalu, Bu!”
“Ooo… jadi masih pengantin baru to! Wah, lagi panas-panasnya dong, Mas!” kata Bu Sarmi meledek.
“Ah, Bu Sarmi ini bisa saja!” Tanpa sengaja tanganku menyentuh lutut Bu Sarmi ketika beliau memindahkan tanganku yang tadi menutupi kemaluanku. Aku juga sempat melirik pahanya yang sedikit tersingkap. Wah, mulus juga pahanya, pikirku. Tanganku jadi betah berlama-lama di atas paha mulus itu. Bu Sarmi membiarkannya ketika tanganku mengelusnya. Bahkan beliau malah melebarkan pahanya. Seolah memberikan tanganku peluang untuk bergerak menelusuri paha bagian dalamnya.
Darahku semakin mendidih manakala dengan lincahnya jemari Bu Sarmi turun ke perutku, membelai bulu-bulu halusnya dan memijat perutku, yang keras dan liat.
“Wah… badan Mas Anang kekar juga yah? Tinggi lagi. Pasti Mas Anang rajin olah raga.”
“Ya, setiap enam hari dalam seminggu, setiap pagi dan sore saya usahakan untuk olah raga meskipun hanya sejam. Biasanya sih saya rutin angkat beban, renang, bola, dan voli..”
“Ooo… pantesan adik Mas Anang gede!”
“Maksud Bu Sarmi, adik yang mana?” tanyaku pura-pura bodoh.
“Maksud saya adik yang ini…..” kata Bu Sarmi sambil meremas kejantananku tanpa rasa canggung. Ada rasa kaget sekaligus senang dengan perlakuan Bu Sarmi. Beliau dengan lembut melumuri kejantananku dengan madu, kemudian mengocoknya pelan.
“Ooohh… Bu! Enak…!” aku melenguh nikmat. Aku juga semakin berani dengan menyingkap roknya dan memilin pahanya lebih jauh lagi. Dan ternyata Bu Sarmi menanggapi positif tindakanku itu. Terbukti dengan ia sedikit mengangkat pantatnya agar aku bisa mencapai pangkal pahanya. Astaga…! Sekali lagi aku terkejut sekaligus senang manakala tanganku menyentuh rambut-rambut halus di antara pangkal paha Bu Sarmi. Ternyata beliau sudah tidak memakai celana dalam.
Perlahan-lahan aku mulai menggosok bibir vagina Bu Sarmi yang sudah basah itu dengan jariku. Bu Sarmi bertambah kelojotan dan semakin bersemangat mengocok batang tongkolku. Perlahan-lahan batang kejantananku itu mulai membesar dan mengeras. Tanpa rasa jijik, Bu Sarmi mulai menjilati sisa-sisa madu yang menempel di sekitar pangkal pahaku, melumat buah zakarku, kemudian bergerak naik menyapu urat-urat tongkolku yang sudah bertonjolan.
“Gimana Mas Anang? Enak kan?” tanya bu Sarmi di sela-sela aksinya.
“Ahh… nikmat banget Bu! Saya belum pernah merasakan senikmat ini!” Aku memang belum begitu berpengalaman dalam hal sex. Selama berhubungan dengan isteriku, kami hanya melakukan dengan cara konvensional saja. Namun kali ini Bu Sarmi memberikan pelajaran baru yang ekstrim. Ekstrim enak… Terbukti ketika Bu Sarmi dengan lembut memasukkan ujung penisku ke mulut mungilnya, langsung saja berjuta kenikmatan menghampiriku.
“Ooougghh…yeah…enak, Bu!” nafasku semakin memburu. aku merintih-rintih nikmat, namun Bu Sarmi masih asyik mempermainkan tongkolku di dalam rongga mulutnya. Aku juga semakin berani. Kutarik roknya sampai terlepas. Bahkan Bu Sarmi juga turut melepaskan kaosnya sendiri. Gila! Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ternya bu Sarmi masih memiliki tubuh yang bagus. Kulitnya putih mulus, payudaranya yang kencang dan montok, serta pantatnya yang bulat menggemaskan membuatku seolah ingin mengunyahnya. Oh, sungguh seksi sekali dukun ini.
“Aahhh…. tongkol Mas Anang memang luar biasa besarnya. Hhhmmmm…. saya memang sudah lama mendambakan tongkol sebesar ini.Hhhmmm…!” dengan rakus Bu Sarmi kembali melumat kejantananku. Kali ini beliau mengangkangi tubuhku dan menyodorkan vaginanya tepat ke wajahku. Dengan naluriku, aku mendekatkan mulutku ke vagina Bu Sarmi yang merekah merah. Bau harum yang keluar sangat merangsang syaraf otakku untuk menjilatnya.
Perlahan-lahan kujulurkan lidahku, dan kusapu permukaan vaginanya dengan lembut.
“Aaaaghhh…! Yaahhh… begitu Mas! Jilat terus punya saya….!Oooghhh…!”
Bu Sarmi bertambah semangat mempermainkan tongkolku di dalam mulutnya. Sementara tangannya mengocok batang tongkolku, kepalanya juga bergerak naik turun. Sesekali beliau menyedot-nyedot ujung tongkolku kuat-kuat. Cukup lama kami dalam posisi ini, saling menjilat, mengulum dan mengocok kemaluan masing-masing.
Berapa saat kemudian Bu Sarmi melepaskan kulumannya.
“Gimana, Mas Anang Suka kan?” tanya Bu Sarmi sambil tersenyum padaku.
Aku hanya mengangguk pelan sambil menikmati jemari Bu Sarmi yang masih memijit-mijit batang tongkolku.
“Berdasarkan pengamatan saya, kebanyakan orang yang mempunyai penis besar mempunyai keinginan yang besar pula. Saya yakin, kali ini Mas Anang pasti akan bisa jadi Pegawai Negeri.” kata Bu Sarmi menjelaskan. “Tapi sekarang, biarkan saya bersenang-senang dulu dengan tongkol Mas Anang yang besar ini!”
Bu Sarmi mengambil posisi duduk di atas pahaku. Perlahan-lahan beliau meraih kejantananku dan membimbingnya menuju ke liang sugawinya yang sudah basah. Dia terlihat meringis saat ujung penisku mulai memasuki memiawnya yang hangat.
Entah karena memiaw Bu Sarmi yang sempit, ataukah karena tongkolku yang besar, proses penetrasi itu berjalan dengan lambat namun nikmat. Bu Sarmi tampak susah payah berusaha agar batang tongkolku bisa masuk utuh ke dalam memiawnya. Sampai akhirnya…
“Aaougghh…. aduh Mas Anang! Gede banget tongkolmu!” tubuh Bu Sarmi yang mulus tampak berkilat-kilat oleh cucuran keringatnya. Beberapa kali ia menghirup nafas dalam-dalam sambil membiarkan batang tongkolku terbenam dalam rongga vaginanya yang sempit. Beberapa saat kemudian Bu Sarmi mulai beraksi. Dengan kedua tangannya bertumpu pada dada bidangku, beliau mulai mengayunkan pantatnya naik-turun.
“Aaaahhh… aahhhh… ooougghh…!” Aku mendesah-desah keenakan. Kedua tanganku memegang pinggul Bu Sarmi untuk mengatur gerakan naik-turunnya. Sesekali tanganku juga merayap naik, menggapai dua buah benda kenyal yang melambai-lambai indah seiring dengan gerakan naik turun tubuhnya. Dengan liar Bu Sarmi menghentak-hentakkan pantatnya, meliuk-liuk di atas tubuhku, seperti seekor ular betina yang tengah membelit mangsanya. Terkadang beliau juga membuat goyangan memutar-mutar pantatnya sehingga jepitan vaginanya terasa mantap. Batang tongkolku terasa seperti di pelintir dan dipijit-pijit di dalam lubang kenikmatan itu. Terasa sangat hangat dan nikmat. Ooouuuhhh…
Semakin lama gerakan Bu Sarmi semakin liar tak terkendali. Menghujam-hujam kejantananku semakin dalam dan mentok sampai dinding terdalam rongga vaginanya. Nafas kami juga semakin memburu, seperti bunyi lokomotif tua yang berjalan dengan sisa-sisa tenaganya.
“Oh, Mas Anang…, saya…sudah…nggak kuat…lagi…! Arrrgghhh….!”
Bu Sarmi menjerit nikmat berbarengan dengan muncratnya magma panas dari dalam rahimnya. Beliau mencengkeram kuat-kuat dadaku. Seolah ingin menancapkan kuku-kukunya ke dalam bukit dadaku.
“Ooohhh… sebentar lagi Bu! Saya juga sudah mau keluar… ooohhh… yeaahhh….!”
Aku juga mempercepat gerakanku. Meskipun Bu Sarmi terlihat lelah, namun aku masih bisa menopang tubuhnya dan menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah. Beberapa menit kemudian, aku merasakan batang tongkolku semakin mengencang dan mulai berdenyut-denyut. Aku segera mempercepat gerakanku. Kuhentak-hentakkan tubuh Bu Sarmi. Bunyi berkecipak semakin terdengar nyaring. Sampai akhirnya…..
“Saya… keluar Bu! Oogghhh…!” aku meregang nikmat bersamaan dengan menyemburnya spermaku di dalam rongga kenikmatan Bu Sarmi. Seketika tubuhku lemas. Aku sudah tak mampu lagi menopang beban Bu Sarmi yang berada di atas tubuhku. Beliau ambruk menindih tubuhku sementara batang kejantananku masih tetap menancap di vaginanya yang hangat. Dalam hati aku kagum dengan wanita ini. Beliau telah memberikan pengalaman baru dalam bercinta. Belum pernah aku merasakan pengalaman senikmat ini dalam berhubungan sex.
“Mas Anang memang benar-benar hebat!” kata Bu Sarmi sambil membelai dan sesekali menciumi bulu-bulu halus di dadaku.
“Ibu juga hebat! Belum pernah saya sepuas ini, Bu!” Aku mengecup kening beliau dan membelai-belai rambut dan payudaranya yang terurai panjang. Tak berapa lama kemudian kami pun terlelap saling berpelukan.
Entah sudah berapa lama aku terpejam, ketika aku merasakan sesuatu yang merayap di atas perutku. Sesuatu yang hangat dan lembut. Perlahan aku membuka mataku, ternyata Bu Sarmi tengah asyik menciumi, menjilati dan melumat permukaan kulit perut sixpackku.
“Aahhh…, Bu Sarmi masih pengen nambah lagi?” desahku pelan.
Bu Sarmi tersenyum manja, “Habis…, tongkol Mas Anang guede sih! Siapa sih yang gak ketagihan ama tongkol segede ini!”
“Ah, Bu Sarmi ini bisa aja!” aku hanya merem melek, menikmati tangan beliau yang bermain main nakal di selangkanganku. Dengan lembut Beliau membelai kejantananku dan mengurut-urutnya dengan jempol dan telunjuknya. Terasa nikmat memang. Bu Sarmi bertambah antusias ketika batang tongkolku mulai membesar dan mengeras. Dan dengan rakus, Bu Sarmi mulai menjilatinya, melumat dan mengocok kejantananku dengan mulut mungilnya.
“Aaahhh…, aaahhh…, enak Bu! Oohhh…!” aku hanya bisa mengerang keenakan.
“Hhhhmmm…., Mas Anang mau yang lebih enak lagi?” tanya Bu Sarmi menggoda.
“Emang ada yang lebih nikmat, Bu?”
“Coba Mas Anang berdiri!” aku menuruti perintah Bu Sarmi. Dengan kondisi tubuhku masih telanjang bulat, aku berdiri di atas ranjang. Sementara itu, Bu Sarmi yang berlutut di hadapanku tampak memandangi batang kejantananku yang sudah berdiri mengangguk-angguk. Perlahan-lahan Bu Sarmi meraihnya dan mengocoknya dengan lembut. Kukira beliau akan memasukkan batang tongkolku ke dalam mulutnya, tapi ternyata tidak. Beliau ternyata malah menggosok-gosokkan batang tongkolku di permukaan buah dadanya yang lembut.
“Oohhh…. yaaahhh! Enak banget Bu!”
“Ini masih belum seberapa, Mas! Coba Mas Anang rasakan yang ini…” Bu Sarmi menggeser batang tongkolku dan menyelipkannya di antara belahan buah dadanya. “Sekarang, coba ayunkan pantat Mas Anang!”
Aku menurut saja. Perlahan-lahan aku mengayunkan pantatku maju dan mundur, sementara Bu Sarmi menekan-nekan buah dadanya kencang sehingga batang tongkolku terasa terjepit-jepit diantara susunya yang kenyal.
“Oouuhhh…! Bu Sarmi memang benar-benar pandai memanjakan pria! Ini benar-benar luar biasa, Bu!” aku mendesah-desah nikmat. Susu Bu Sarmi yang menekan-nekan tongkolku membuat diriku serasa melayang. Lama juga kami melakukan foreplay ini. Sampai akhirnya Bu Sarmi memintaku untuk segera menuntaskan permainan itu.
“Aahhh…, Mas Anang! Ibu sudah kepengen banget nih!” rengek bu Sarmi. Beliau melepaskan jepitan susunya dan kemudian mengambil posisi seperti orang sedang menungging. Meskipun aku masih belum begitu pengalaman, namun aku sudah pernah melihat posisi seperti itu dalam film porno. Perlahan-lahan aku membimbing kejantananku yang sudah berdiri keras ke arah lubang kewanitaan Bu Sarmi yang menganga dari belakan. Bu Sarmi tampak menggigit bibir sendiri ketika aku mulai menggesek-gesekkan ujung penisku di bibir vaginanya.
“Ooouhhh…, ooohhh…! Cepetan masukin dong Mas!” rengek Bu Sarmi.
Pelan-pelan kutusukkan ujung kejantananku ke arah vagina bu Sarmi yang memerah.
“Aahhhh…!” aku melenguh nikmat. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, tapi Bu Sarmi masih memiliki memiaw yang seret lagi keset. Jepitannya masih terasa kuat, seolah-olah ingin meremukkan batang tongkolku. Terlebih ketika seluruh batang tongkolku tertanam dan terhisap di dalam rongga memiawnya. Sesaat aku membiarkan tongkolku tertancap. Kemudian, pelan tapi pasti aku mulai mengayunkan pantatku maju-mundur.
“Aaaahhhh…, yeaahhh….! Sodokanmu mantep banget Mas Anang, Ooohhh…!” Bu Sarmi mengoceh tak karuan. Ah-uh-ah-uh, oh-yeh-oh-yeh! Beliau juga hanya bisa meremas-remas seprei kusut itu saat gerakanku mulai cepat. Lama juga kami bermain dalam posisi doggy itu, sampai akhirnya Bu Sarmi terlihat sangat lelah.
“Aduh…, Oouhhh… kita istirahat dulu ya sayang! Ooohhh…!”
Aku mencabut penisku, sedangkan Bu Sarmi terguling ke samping dan terkapar dengan tubuh bersimbah keringat. Buah dadanya yang montok tampak naik turun seiring dengan deru nafasnya yang terengah-engah. Setelah mengatur nafas beberapa saat, akupun mulai melanjutkan aksiku. Kubentangkan kaki Bu Sarmi ke samping lebar-lebar, kuangkat kaki kanannya dan kuletakkan di atas bahuku. Perlahan-lahan kutarik pinggang Bu Sarmi dan kuarahkan batang tongkolku menuju liang surgawinya yang menganga, dan sleeeep…!
Kembali kejantananku tertanam dalam lobang hangat itu.
“Aduuhh…, pelan-pelan dong sayang!” rintih Bu Sarmi.
Kembali aku ayunkan pantatku perlahan-lahan namun pasti. Bu Sarmi yang berada di bawahku tampak kelojotan menikmati aksiku ini. Terlebih ketika aku membercepat ayunanku dan menekan kuat-kuat batang tongkolku ke dalam rahimnya. Beliau hanya bisa mengerang nikmat sambil mencengkeram kuat-kuat otot-otot lengan dan dadaku. Sambil terus bergerak maju mundur, seskali aku meremas-remas, menjilat, dan menciumi buah dadanya.
“Iyaah…aaghhh! Terus sayang…yahhh…yaahh…oouugghhh….!” Bu Sarmi mengoceh tak karuan. Namun aku tidak menghiraukannya. Aku terus memompa tubuh seksinya dengan gerakan mengorek-ngorek lubang nikmat itu. Semakin lama gerakanku semakin liar.
“Ooohh…, Mas! Saya sudah nggak sanggup lagi…., Ooohhh…., saya mau keluarrr….!”
Aku merasakan dinding-dinding vagina Bu Sarmi mengerut dan berdenyut-denyut, mencengkeram dan meremas-remas batang tongkolku dari dalam. Semakin lama kedutan vagina Bu Sarmi semain cepat, hal yang sama juga terjadi padaku. Batang tongkolku sudah terasa ngilu dan berdenyut-denyut. Sampai akhirnya…..
“Aaarrggghhh….! Aku keluar lagi Mas!” Bu Sarmi menjerit puas. Aku semakin mempercepat gerakanku, mengoyak-ngoyak isi vagina Bu Sarmi. Namun sebelum spermaku keluar, aku segera mencabut penisku. Sambil mengocoknya dengan tanganku, aku menyodorkan batang tongkolku ke bibir Bu Sarmi yang terbuka. Aku semakin mempercepat kocokan tanganku sampai akhirnya….
“Aaaaggghh….aaaghh….aaaghhh…!”
Crot…crot…croottt! Cairan putih kental muncrat beberapa kali ke mulut Bu Sarmi. Tanpa rasa jijik beliau menelan habis spermaku, kemudian menjilati sisanya yang masih menempel di batang tongkolku.
Seketika tubuhku lemas, tulang-tulangku seolah rontok. Dan aku pun terkapar di sisi Bu Sarmi.
“Oh, Mas Anang benar-benar perkasa! Terima kasih ya Mas!” aku memeluk tubuh Bu Sarmi dan mencium keningnya. Beliau tampak tersenyum puas sambil meletakkan kepalanya di atas dadaku dan mengusap-usap bulu-bulu halus di atasnya.
“Kalau saya berhasil jadi Pegawai Negeri, Bu Sarmi mau minta apa?” tanyaku kemudian.
Bu Sarmi bangkit dan duduk bersimpuh di sampingku. “Saya tidak minta apa-apa kok, Mas!” beliau tersenyum, “Mas Anang tidak perlu membelikan saya apapun! Saya cuma minta ini…..” Bu Sarmi meraih penisku yang terkulai tak berdaya. Kemudian mengurut-urutnya dengan jemarinya yang lentik.
“Maksud Bu Sarmi?” tanyaku tidak mengerti.
“Kalau Mas Anang berhasil jadi PNS, saya cuma ingin Mas Anang mengunjungi saya setiap seminggu dua sampai tiga kali, memberi saya jatah untuk dient*t pakai punya Mas Anang yang besar dan panjang ini…..” lanjut beliau sambil menjilati sisa-sisa sperma yang masih lengket di batang tongkolku.
“Ah, kalau itu sih gampang! Dengan senang hati saya akan selalu siap melayani Ibu!”
Mendengar jawabanku Bu Sarmi kegirangan. Dan beliau kembali menggugah birahiku dengan memberikan kuluman dan kocokan di batang tongkolku.
Beberapa minggu kemudian akhirnya aku benar-benar lolos menjadi PNS. Dan setelah dilaksanakan pelantikan, aku memenuhi janjiku kepada Bu Sarmi. Setiap kali ada kesempatan, aku selalu berkunjung ke tempat Bu Sarmi. Tentu saja untuk memberinya kepuasan. Dan selama berhubungan dengannya, beliau masih saja mengakui kejantananku dalam bermain cinta.



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.